Pada era dewasa
ini, dunia pendidikan merupakan salah satu elemen yang sangat penting dalam
menentukan masa depan bangsa dan negara. Pada efektivitas dan efisisensi dalam
upaya meningkatkan produktivitas secara bertahap dan berkelanjutan, pendidikan
harus dikaji dan terus diperhatikan. Perkembangan pendidikan sangat penting dan
telah membudaya disetiap aspek kehidupan manusia, untuk itu bangsa Indonesia
memerlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan handal dalam bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Namun, permasalah
terbesar bangsa adalah adalah mahalnya biaya pendidikan di Indonesia yang membuat
pelajar/mahasiswa yang baru lulus memilih untuk langsung terjun kedunia kerja daripadamelanjutkan
taraf pendidikan selanjutnya, terkhusus bagi masyarakat kalangan menegah
kebawah. Meskipun telah banyak beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah seperti
BidikMisi bagi pendidikan S1 ataupun LPDP bagi S2 dan sterusnya, karena faktor
ketidaktahuan dan keterbelakangan informasi serta kalah saing dengan calon
pendaftar yang lain membuat mereka tertinggal dan tidak mendapatkan pendidikan
yang lebih baik.
Solusi lain yang di
tawarkan pemerintah agar merata dalam akses pendidikan bagi seluruh generasi
muda disemua kalangan adalah Studen Loan.
Menurut Sebayang (2019), Student Loan
merupakan pinjaman terkait biaya pendidikan untuk menempuh perguruan tinggi
termasuk termasuk biaya hidup. Pinjaman pendidikan tersebut bisa dibayar
setelah siswa lulus dari perguruan tinggi atau setelah siswa bekerja.
Pelunasannya sendiri bisa melalui cicilan yang jumlahnya disesuaikan dengan
gaji peminjam. Solusi ini dianggap mampu mengoptimalkan pendidikan di Indonesia
serta meningkatkan daya saing dan etos kerja dimasa depan sehingga mampu
mendorong Indonesia berkembang ke arah yang lebih baik. Studen Loan diharapkan bisa diterapkan di Indonesia seperti negara
maju lainnya seperti Perancis, Jerman, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika
Serikat.
![]() |
| Sistem Studen Loan (Sumber : https://scholarshipjamaica.com/student-loans/) |
Student Loan sendiri mendapatkan
beberapa Pro dan Kontra dimasyarakat. Sebagian masyarakat setuju dengan adanya Student Loan, sebab pinjaman ini
memberikan bantuan finansial secara cepat dan tepat agar calon mahasiswa bisa
melanjutkan studinya, apalagi Student Load
bisa dipinjamkan sebelum dan pada saat mahasiswa dalam mengembankan
pendidikannya. Hal ini bertujuan agar calon mahasiswa bisa mengikuti seleksi
Perguruan Tinggi yang diimpikan, biaya akomodasi dan biaya hidup selama
pendidikan tanpa membebankan orang tua ataupun diri sendiri. Biaya yang
dibayarkan setelah masa pendidikan ditujukan agar mahasiswa lebih fokus belajar
tanpa beban finansial pada saat pendidikan berlangsung.
Kemudahan yang
diberikan melalui Sistem Student Loan ternyata memberikan Kontra beberapa kalangan.
Pinjaman yang diberikan memang memberikan memudahkan finansial mahasiswa pada
saat menjalani pendidikan. Namun, banyak kalangan menganggap sistem Studen Loan
memberikan beban hutang kepada mahasiswa dimasa depan setelah mereka lulus.
Pinjaman yang sudah begitu banyak pada saat kuliah, menuntut mereka untuk
membayar cicilan pada saat mereka telah bekerja dengan sistem potong gaji.
Memang terlihat mudah, namun bagaimana jika gaji mereka yang mereka perolah
tidak sesuai dengan yang diharapkan atau gaji mereka habis untuk membayar
cicilan Studen Loan? Untuk itu mahasiswa
dituntut mampu memiliki skill berwirausaha sebagai bekal dimasa depan, selain
itu Sistem Loan seharusnya diimbangi oleh pemerintah dengan menciptakan
lapangan kerja sesuai minat dan bakat lulusan, agar tidak terjadi kesenjangan
antara jumlah lapangan kerja dengan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang
terus meningkat tiap tahunnya.
Artikel Terkait :
